Header h1 { height: 0px; visibility: hidden; display: none; } .Header .description { height: 0px; visibility: hidden; display: none; }
Selasa, 28 Oktober 2014 | By: Unknown

Memori Indahmu

Tlah kutemukan bait-bait yang menyenandung
dari pelepah bibirmu, partitur yang senantiasa indah
mengecup setiap pasang pendengar, di tiap fajar
merapalkan desah doa dalam belaian embun..

Tlah kumaknai jutaan warna jiwa, barangkali
ulasan cat mulai menggelitik gemurat sukma, yang
tiap debarnya menggemuruhkan seisi nadi
yang pada akhirnya mengikat nurani..

Tlah kutitipkan ucap yang merebahkanmu atas
semilir rindu pada merpati putih bersayap
jauhar, yang bertaburan selaksa rinai pada
bola-bola penawan logika..

Tlah kunikmati denyut-denyut dalam helamu..
Menggemerisikkan, seakan milyaran neuron
tak memandang luka sendirinya aku,
yang temani atmaku temukan penghujung jalan..

Tabirmu menyeruakkan berjuta anugerah,
menerbitkan rembulan dimana kau temukan
sosok-sosok yang begitu mengingatmu, cinta
itu menelikung jauh ke dalam sela-sela cahayamu..

Aku mencintaimu, membiarkanmu menebarkan
semai-semai takwa dalamku, tak peduli
seberapapun lidah yang menggerutukan
atau lenguh yang mencaci..

Aku mencintaimu, membiarkanmu temani
dalam remang sepertigaku, menikmati sejuknya
ujung lembar sujudku yang lembab,
barangkali kutemukan kau di ujung jalan..

Aku mencintaimu atas segala partikel yang
terhirup, segala analisaku atas keindahanmu mungkin
tak semegah mahligai persembahan dan pembalasan
cintamu padaku..


“Aku mencintaimu, selalu dan selamanya…”




Cimahi, 01 Oktober 2013
(Zahira Qatrunnada)



0 komentar:

Posting Komentar