Header h1 { height: 0px; visibility: hidden; display: none; } .Header .description { height: 0px; visibility: hidden; display: none; }
Selasa, 18 Februari 2014 | By: Unknown

Dunia Seumpama Surga

Gelombang-gelombang mega berlarian di padang..
Aku mencium segala aroma tawa dan duka..
Aku merebahkan segala duka, melepasnya bersama riak-riak angin..
Perlahan gemerisik ilalang menyeruak sukma..
Aku mengkristalkan ribuan air mata yang kutampung..
Barangkali semua duka lenyap tersapu angin..
Atau tangisku tertutupi sesuara ilalang...

Terpaku di tengah keheningan..
Aku berpikir, "Mengapa tak ada yang mendengar celotehku?"
Mungkin aku sama seperti ilalang..
Berbisik untukku sendiri..
Tapi langit mengertiku..
Melengkungkan tujuh warna pelangi di atas lukaku..
Hingga pada akhirnya senyumku menjuntai..

Akulah dunia dengan segala tawa dan duka..
Akulah serpihan sayap nilam di langit..
Akulah gemintang yang terangi rumahmu..
Meninggalkan sejuta kilauan pada bola matamu..
Aku masih disini, karena aku tahu..
Aku sangat berharga dilahirkan ke bumi..
Untuk dunia yang seumpama surga...




Cimahi, 25 Januari 2013

(Zahira Qatrunnada)



0 komentar:

Posting Komentar