Engkau,
seperti angin yang berhembus ke dalam jendela kamarku,
kemudian
Engkau lenyap dan kututup jendela itu.
Kurindukan
hembusan manja yang memainkan lembar kerudungku,
kurindukan
aroma sejuk pada sela-sela kamarku.
Kubuka
jendela itu, barangkali kutemukan Engkau ingin menyelinap masuk.
Tapi
berhari-hari Engkau tak datang membawa kisah untukku.
Suatu
ketika, Engkaupun mendatangiku dengan sangat lembut saat itu.
Dengan
egoisku, kututup jendela itu rapat.
Membiarkanmu
menyeruak dalam seisi kamarku.
Tak ingin
kubiarkan Engkau pergi begitu saja, kubiarkan Engkau terperangkap.
Bertahun-tahun
bersamaku akan kubiarkan Engkau berhembus
di balik
lembar kerudungku, kedua jemariku dan kedua pipiku.
Lalu aku
dan Engkau kan keluar dari rumah bersama,
dengan gaun
putihku dan Engkaupun mendentangkan lonceng-lonceng itu.
Untukku.
Menikmati
36.500 makan malam bersamaku dan tetap bersamaku
seribu
tahun lagi.
Bandung, 1
November 2013

0 komentar:
Posting Komentar